Selasa, 12 Mei 2020

Riwayat imam mujtahid alqotada yg paling dipercayai dengan kuat



Rangkuman
Kajian pagi nida Al haar
Yang dibawakan oleh ust Tatang Suryaman

  Riwayat imam mujtahid alqotada yg paling dipercayai dengan kuat yaitu" Rabbana dzolamna anfusana wa illam tagfirlana watarhamna lanakunana minal khasirin"

   Setelah nabi adam merasa bersalah, allah swt menerima taubat nabi adam dan memberi ampunan,Tetapi Allah swt tetap menurunkan kedua nya kebumi

Allah swt berfirman: wahai anak adam aku memberi kalian petunjuk dalil aqli dan naqli maka jika semakin dekat yg  diajukan kepada zaidah itu yg maka itu adalah petunjuk dari allah swt.       

maka barang siapa orang yg mengikuti petunjukku yaitu dengan memperhatikan dalil2 tsb. kemudian menghasilkan pengetahuan dari dalil itu maka mereka tidak akan takut terhadap apa2 yg akan datang kpd mereka , maka hilanglah rasa takut tersebut. Dan  terbebas dari malapetaka serta  kesedihan.

Imam nawawi: mukallaf orang yg taat kepada allah swt mereka tidak akan ketakutan ketika didalam alam kubur, ketika diangkat ke padang mashar, dan ketika timbangannya ditunjukan kepada mereka.

By Winda Mariana IX

Allah akan memberikan rahmat bagi orang yg meninggal dalam keadaan taubat.



Kanal pagi

Allah akan memberikan rahmat bagi orang yg meninggal dalam keadaan taubat.

Jaminan Allah SWT kpd orang yg mengkuti petunjuk Allah, maka dia tdk akan merasakan ketakutan dan sedih ketika api (Neraka) di nyalakan. Allah memberi kan jaminan berupa rasa aman.

Sementara orang yg mendustakan ayat ayat Allah maka bagi mereka ancaman yg berat dan siksa yg pedih.

Keangkuhan serta kesombongan dapat mengakibatkan sseorang masuk ke dalam neraka. Karena sombong adalah menolak terhadap kebenaran.

Sebagai contoh, saat iblis di perintah kan untuk sujud kpd nabi Adam tapi ia menolak dengan kesombongan nya maka Allah menetapkan ia sebagai penghuni neraka..

Wallahu alam..

By Tiara Vina Karina XII

Kholifah menthabani berkaitan dengan ibadah selain zakat dan jihad.



Kitab:Muqodimah Dustuur.

Kholifah menthabani berkaitan dengan ibadah selain zakat dan jihad.menthabani adalah satu satunya hak bagi seorang kholifah. Hukum yang berhak diregistrasi oleh seorang kholifah.hendaknya seorang kholifah itu memilih untuk menthabani dari keduanya.Antara muhamadiyah dan NU tidak ada perbedaan tetapi perbedaan mengenai sekup masjid,bagaimana jika tentang negara khilafah?, Hendaklah seorang kholifah tidak menthabani urusan manusia dengan tuhannya.Allah swt juga melarang seorang kholifah untuk memaksa orang kafir untuk meninggalkan cara peringatannya dan memaksa orang lain untuk terikat dengan hukum syara

Pada zaman sekarang ialah dimana zaman umat muslim banyak mengelus dada.



kajian KANAL sore selasa 12 mei 2020
      Pada zaman sekarang ialah dimana zaman umat muslim banyak mengelus dada. dalam artian bahwa pada zaman sekarang kezoliman terhadap kaum muslim merajalela dimana mana, penista agama bisa dengan leluasa hidup makmur, para pejabat negara yang dengan bahagia merauk segala keuntungan yang mereka dapat dari rakyat. pada zaman sekarang juga banyak disebut sebut sepagai akhir zaman. yang dimana umat muslim sedunia di ibaratkan oleh rasullullah saw. ibaratkan buih buih yang ada di lautan, umat muslim didunia memanglah memiliki jumlah yang terbilang amat banyak apabila di bandingkan dengan agama agama lainnya. tapi umat muslim tak bisa apa apa, mereka semua tam memiliki suatu kepemimpinan yang satu. yang dapat menyatu padukan seluruh umat muslim. serta mengembalikan kejayaan bagi islam. pemimpin yang berpedoman pada al quran dan as sunnah serta menjadikan rasulullah sebagai suri tauladan yang terbaik. jika kita membandingkan kepemerintahan pada zaman kekhilafahan dengan sekarang. akan tampak jelas suatu perbedaan yang amat signifikan. berbeda jauh dengan zaman sekarang, zaman kekhilafahan dahulu memiliki suatu sistem yang amat teratur. yang bukan hanya dapat mengatur kehidupn setiap rakyatnya. namun juga dapat menyelamatkan di akhirat kelak.
  BY : Zidny Amhar Al Maghfur

Sebab sebab seoarang dapat memasuki Neraka



kajian KANAL pagi 12 mei 2020
  pada kesempatam kajian kanal pagi ini al mukaram ustadz Tatang Suryama spd .I menjelaskan dengan rinci beberapa tafsi tafsir dari beberapa surat dan ayat pilihan. ustadz menjelaskan bagai mana tentang cara cara yang bener dalam hal peribadatan serta tak luput dari balasan yang diberikan oleh Allah subhanawataala kepada para manusia yang lalai akan hal itu. seperti apa saja balasan balasannya dan juga apa saja sebab sebab seorang tersebut mendapat balasan tersebut. dalam kajian tersebut juga disebutkan bagai mana syarat syarat seseorang dapat memasuki surga Allah swt, bagai mana amalan amalanya. tentunya juga di jelaskan sebab sebab orang orang dapat memasuki neraka, naudzubillahimindzaliq. karnanya kita sebagai hamba Allah swt haruslah menjalankan dengan seluruh kemampuan yang kita miliki untuk menjalani perintahnya dan berusaha sebisa mungkin untuk menjauhi segala larangannya. agar kita semua terhindar dari azab-NYA di dunia maupun di akhirat serta dapat memasuki surga dengan segala ke ridhoan-NYA
   BY : Zidny Amhar Al Maghfur.

Rasa prihatin melihat kemerosotan penafsiran al-Quran inilah yang melatarbelakangi Abu Rasytah menulis kitabnya, At-Taysîr fî Ushûl at-Tafs


@ _kanal sore_

Rasa prihatin melihat kemerosotan penafsiran al-Quran inilah yang melatarbelakangi Abu Rasytah menulis kitabnya, At-Taysîr fî Ushûl at-Tafsîr. Tujuan yang beliau harapkan adalah merumuskan metodologi tafsir yang sahih seperti yang pernah digunakan umat Islam pada masa Rasulullah saw. dan para Sahabat (hlm. 32)
Pokok-Pokok Metodologi Tafsir
Metodologi tafsir Abu Rasytah secara garis besar tidak keluar dari lingkup metodologi tafsir Ahlus Sunnah wal Jamaah. Beliau banyak mengembangkan gagasan pendahulunya, yakni Imam Taqiyuddin an-Nabhani dalam kitabnya, Ays-Syakhshiyah al-Islâmiyah Juz I (Bab Tafsir) dan Juz III (Ushul Fiqih).
Metodologi tafsir beliau dapat diringkas dalam pokok-pokok berikut:
1. Menjadikan bahasa Arab penafsir al-Quran.
Abu Rasytah menegaskan tak mungkin seseorang memahami al-Quran dengan benar tanpa memahami bahasa Arab. Sebab, al-Quran telah diturunkan dalam bahasa Arab (QS Yusuf [12]: 2; QS an-Nahl [16]: 103) (Hlm. 22).
Prosedur pemaknaan al-Quran dengan bahasa Arab adalah sebagai berikut:
a) Suatu ayat hendaknya lebih dulu ditafsirkan menurut haqîqah syar’iyyah, yaitu makna hakiki menurut syariah. Misalkan kata shalat (QS al-Baqarah [2]: 34) harus ditafsirkan secara syar’i sebagai shalat yang dicontohkan Rasulullah saw. meski makna asal shalat secara bahasa adalah ad-du’â (doa).
b) Jika tidak ada makna syar’i-nya, hendaklah ayat ditafsirkan menurut haqîqah ‘urfiyah, yaitu makna hakiki menurut kebiasan orang Arab berbicara. Jika makna haqîqah ‘urfiyah juga tak ada, maka ayat ditafsirkan menurut haqiqah lughawiyah, yaitu makna hakiki sebagai makna asal bahasa. Misalkan firman Allah SWT:
Demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang berkaki empat dan binatang-binatang ternak, ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya) (QS Fathir [35]: 28).


# _alfin asshidiq_

Khalifah tidak boleh menetapkan mazhab bagi setiap masjid atau individu



Kanal sore kitab muqodimah ad-dustur
Madah ke4 penjelasan
Seorang Khalifah tidak boleh mentabanni suatu hukum yang bersangkutan dengan peribadatan kecuali zakat dan ketika ada masjid yang bermazhab Syafi'i dan ada suatu kelompok yang berbeda Mazhab nya maka Khalifah tidak boleh mentabani dengan hal tersebut maka maksudnya seorang Khalifah tidak boleh menetapkan mazhab bagi setiap masjid atau individu dan Khalifah tidak boleh mentabani suatu kelompok walaupun kelompok itu aga melenceng dari ajaran Islam jika mereka mempunyai dalil maka Khalifah tidak boleh mentabani kelompok tersebut.

By Farros Dzakwan Abdul Mumtaz IX

selain dari zakat dan jihad (ibadah) Kholifah tidak mentabaani Hukum Syara



Pemateri Kiyai Miqdad Ali Azka
Kitab Muqodimah Dustur
بسم الله الرحمن الرحيم

Madah ke 4
Kholifah nanti tidak akan mentabani hukum hukum syara' yang berkaitan dengan masalah ibadah selain dari zakat dan jihad (ibadah). Juga demi mempersatukan kaum muslimin dalam naungan khilafah maka kholifah tidak mentabani pemikiran tertentu yang berkaitan dengan akidah islamiyah.
Para sahabat sepakat bahwa mentabani ini adalah hak satu satunya bagi seorang kholifah. Selain kholifah tidak ada yang diberi hak untuk melegislasi suatu hukum.
Oleh karena itu ijma juga menetapkan dengan satu kaidah yang sangat termashur perintah seorang penguasa, imam, kholifah menghilangkan kekhilafan dan perbedaan di tengah masyarakat. Perintah seorang kholifah itu harus dikerjakan.
Seorang kholifah harus memandang tidak akan melakukan legislasi kepada hal hal yang tidak bersifat akidah dan ibadah untuk menjauh terhadap masalah dan menjaga atas keridhoan kaum muslimin dan ketumakninahan mereka.
Tidak mentabani itu bukan tidak boleh didalam hal yang keduanya baik disisi akidah maupun ibadah. Ini menunjukan bahwa bagi seorang kholifah tidak mentabani. Mengapa kholifah tidak mentabani dalam hal akidah dan ibadah, karena akan menyebabkan pemaksaan akidah. Sementara yang harus ditabani oleh kholifah itu adalah berkaitan dengan urusan kaum muslimin denga satu cara pandang dalam rangka untuk menjaga kesatuan negara dan hukum.

Dendy Lindra Mu'azin

Pembahasan lanjutan surah Al Baqarah Tobatnya Nabi Adam as



Pemateri Ust Tatang Suryaman
Kitab Tafsir
بسم الله تلرحمن الرحيم

Pembahasan lanjutan surah Al Baqarah
Tobatnya Nabi Adam as

Allah swt berfirman "Maka akan menerima dari Rabbnya yaitu beberapa kalimah. Nabi Adam menghafal beberapa kalimah dari Allah swt. Supaya kalimat kalimat tadi menjadi sebab untuk Nabi Adam dan anak anaknya ketika bertobat. Bahwa Nabi Adam as bersama istrinya tergelincir disebabkan oleh gangguan syetan, yang mereka berdua melakukan pelanggaran terhadap apa yang telah dipesan oleh Allah swt, jangan memdekati pohon tersebut. Ketika dilarang mereka berdua mendekati bahkan memakan buah pohon tersebut, yang oleh Allah saw mereka diusir dari tempat tersebut atau dari surga. Ini dianggap perbuatan dosa.
"Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau dan dengan memuji Allah swt. Saya telah melakukan keburukan dan telah melakukan kedzaliman terhadap diriku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya Engkau sebaik baiknya pemberi ampun.
Itu adalah ucapan tobat Nabi Adam as kapada Allah swt yang diajarkan oleh Allah swt kepadanya.
Alah swt berfirman " kami berkata keluarlah kalian dari surga itu.
Adam dan Hawa dihimbaukan berbagi anak keturunan keduanya.
Allah swt mengatakan begitulah orang orang yang ingkar, Allah swt memberi jaminan yang mengingkari terhadap petunjuk Allah swt, kemudia ada orang yang ke 2, adalah orang yang kafir kepada Rasulullah yang diutus kepada mereka dan merekapun mendustakan terhadap ayat ayat Allah yang diturunkan terhadap mereka dan kalangan manusia ataupun jin, maka diancam oleh Allah swt. Mereka itu adalah para penghuni neraka. Mereka kekal didalamnya dan tidak akan keluar dari dalamnya kemudian mereka tidak akan pernah mati berada di dalam neraka.
Inilah ancaman bagi orang orang yang ingkar terhadap para Rasul dan ayat ayat Allah, mereka akan menjadi penghuni neraka dan kekal didalamnya dan tidak akan mati.

Dendy Lindra Mu'azin

Madah yang ke 4 ( Empat )



Kitab: muqaddimah dustur.
Oleh: ustadz Miqdad Ali Azka.
Tema:madah yang keempat.
         Melanjutkan kemadah yang berikut nya yaitu madah yang keempat disebutkan 1pasal,Kholifah nanti tidak akan mentabanni hukum2 syara tertentu yang berkaitan dengan masalah ibadah selain dari zakat dan jihad,karena jihad dan zakat itu merupakan ranah dari ibadah juga demi mempersatukan kesatuan kaum muslimin didalam naungan khilafah.maka Kholifah tidak mentabanni pemikiran2 tertentu yang berkaitan dengan akidah Islamiah.
           
         Yang berikut nya adalh maknanya adalh hendaknya Kholifah itu memilih untuk tidak mentabanni pada keduanya yaitu keduanya yaitu akidah dan ibadah.kenapa kemudian seorang Kholifah tidak memilih untuk mentabanni didalam hal2 bersifat akidah dan ibadah, perkara ini mengandung 2 hal yaitu:
-Pertama, ini menyebabkan pemaksaan didalam akidah dan akan menyebabkan kesulitan, sementara yang seharusnya ditabanni oleh Kholifah itu adalah yang berkaitan dengan urusan2 kaum muslimin dgn 1 cara pandang dalam rangka untuk menjaga satu kesatuan negara dan satu kesatuan hukum.
-kedua, Allah melarang untuk memaksa kpd mrk (orang2 kafir) untuk meninggalkan peribadatan2 mereka.wallahu a'lam.

By Abdurrahman Al Haris IX